Kamis, 02 Februari 2012

Pahatan Wajah Manusia di Angkasa

Teleskop yang ada di Cile berhasil menangkap citra sebuah nebula atau kabut kosmis. Uniknya, nebula yang menjadi tempat kelahiran bintang tersebut tampak seperti pahatan wajah manusia di angkasa.



Situs Space.com, Rabu (1/2/2012), menyatakan bahwa nebula yang dimaksud ialah NGC 3324. Nebula tersebut penuh dengan bintang muda yang radiasi ultravioletnya menyebar ke segala arah.

Dalam gambar di bagian kanan, ada awan dan debu angkasa yang jika dicermati mirip dengan wajah manusia dilihat dari sisi samping kanan.

Citra ini ditangkap oleh Wild Field Imager di teleskop MPG/ESO 2,2 meter. NGC 3324 sering juga disebut Nebula Gabriela Mistar, sesuai nama seorang penerima nobel asal Cile.

Citra NGC 3324 tampak warna-warni, menunjukkan radiasi yang dikeluarkan oleh bintang-bintang di nebula itu. Tiap warna merepresentasikan hal yang berbeda.

Warna merah jambu memperlihatkan proses pengubahan susunan elektron dalam atom hidrogen. Sementara warna kuning kehijauan menunjukkan proses ionisasi oksigen.

NGC 3324 terletak pada jarak 7.500 tahun cahaya dari Bumi. Jutaan tahun lalu, nebula ini sangat aktif dan "melahirkan" bayi-bayi bintang dalam jumlah banyak.

kompas.com
»»  Baca Selengkapnya...

Rahasia Lingkungan Luar Tata Surya Terkuak

Rahasia lingkungan di luar Tata Surya sedikit terungkap setelah beberapa ilmuwan menemukan bahwa lingkungan di luar pengaruh Matahari berbeda, serta jauh lebih aneh dari yang dibayangkan.



Planet pengembara dalam ilustrasi rekaan NASA 

Perbedaannya adalah pada jumlah oksigen. Ada lebih banyak oksigen yang terdapat di Tata Surya daripada di interstellar atau wilayah antarbintang.

Ilmuwan belum mengetahui sebabnya. Namun, ada kemungkinan materi yang mendukung kehidupan tersembunyi di debu atau es angkasa.

"Kami menguak teka-teki besar bahwa material di luar Tata Surya berbeda dengan yang ada di dalam," kata David McComas dari Southwest Research Institute, Texas, seperti dikutip AP, Selasa (31/1/2012).

Terkuaknya teka-teki ini tak lepas dari jasa wahana antariksa Interstellar Boundary Explorer (Ibex), yang diluncurkan tahun 2008. Wahana antariksa itu diutus untuk mempelajari lingkungan batas Tata Surya di mana aliran partikel dari Matahari bertumbukan dengan gas dingin di area antarbintang.

Mengelilingi dari jarak 320.000 km di atas Bumi, Ibex mendeteksi partikel yang mengalir ke Tata Surya. Gelembung pelindung yang mengelilingi Matahari dan planet mencegah radiasi kosmik masuk, tetapi partikel netral bisa lewat dengan mudah sehingga Ibex bisa mengetahui distribusinya.

Meski lingkungan luar Tata Surya memiliki oksigen lebih sedikit, hal ini tak selayaknya menjadi alasan dihentikannya pencarian planet mirip Bumi.

Geoff Marcy dari Universitas California Berkeley mengatakan, ada banyak oksigen di bintang lain dalam wilayah Bimasakti dan di luar wilayah tempat biasa terbentuk bintang dan planet.

Ilmuwan juga masih bisa berharap pada hasil penelitian wahana antariksa Voyager yang diluncurkan tahun 1977 dan mengeksplorasi perbatasan Tata Surya sejak 2004. Dalam beberapa bulan lagi, Voyager akan memasuki wilayah antarbintang dan siap menguak rahasia lain.

kompas.com
»»  Baca Selengkapnya...

Asteroid 433 Eros Menuju Titik Terdekat Bumi

Selasa (31/1/2012) besok, Asteroid 433 Eros akan menuju titik terdekatnya dengan Bumi dalam kurun waktu 37 tahun terakhir. Asteroid selebar 34 km ini akan berada pada jarak hanya 26,7 juta kilometer.



Bagi astronom amatir, kedekatan asteroid memberi kesempatan untuk melakukan pengamatan. Kesempatan pengamatan ini tergolong langka. Jika melewatkan kesempatan ini, maka warga Bumi harus menunggu hingga tahun 2056. 

Situs Universe Today, Senin (30/1/2012), melaporkan bahwa asteroid ini nantinya akan tampak pada magnitud 8 atau 7. Cukup redup memang. Jadi, perlu teleskop mumpuni untuk mengamati asteroid ini. 

Mutoha Arkanuddin dari Jogja Astro Club, Senin (30/1/2012), mengatakan, "Eros akan tampak di rasi Sextans. Rasi ini terbit sekitar pukul 20.00 WIB di sebelah timur dan semakin malam akan semakin bergerak ke barat."

Pengamat bisa mulai mengamati kira-kira setelah waktu Isya. Pengamatan bisa dilakukan hingga tengah malam. Jika mengamati tengah malam, Sextans akan berada di sebelah barat Mars yang tampak kemerahan. 433 Eros sendiri akan tampak sebagai titik cahaya.

Asteroid 433 Eros adalah asterorid tipe S, terdiri dari besi dan magnesium silikat. Asteroid ini ditemukan oleh Carl Gustav Witt di Berlin dan Auguste Charlois di Nice pada tanggal 13 Agustus 1898.

Orbit asteroid 433 Eros oval memanjang serta memasuki orbit Mars. Hal ini memungkinkan para astronom mengamati asteroid ini sekaligus meneliti kembali jarak Bumi dengan Matahari lewat uji parallax. 

Mutoha mengatakan, uji parallax biasa digunakan dalam pengukuran jarak antar planet. Uji dilakukan dengan melihat sudut antara dua benda untuk menentukan jaraknya. Uji parallax untuk meneliti kembali jarak Bumi-Matahari menjadi proyek besar yang melibatkan astronom profesional dan amatir di dunia. 

Meski 433 Eros akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi, namun secara absolut sebenarnya jaraknya masih jauh, mencapai jutaan kilometer. Karenanya, tak perlu khawatir. Asteroid ini tak menimbulkan bahaya apa pun bagi warga Bumi.


»»  Baca Selengkapnya...

11 Tata Surya Baru Ditemukan

Sejumlah 11 tata surya baru yang memiliki jumlah total 26 planet ditemukan. Penemuan dideskripsikan di empat karya tulis berbeda di Astrophysical Journal dan Monthly Notice of the Royal Astronomical Society bulan ini.



Penemuan bisa dilakukan berkat jasa wahana antariksa Kepler. Dengan penemuan ini, Kepler telah mengonfirmasi 61 planet dan menemukan 2.300 kandidat planet. Penemuan sekaligus menegaskan bahwa Bimasakti dipadati tata surya dan planet.

Tata surya yang berhasil ditemukan disebut Kepler 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, dan 33. Tiap-tiap tata surya punya dua sampai lima planet. Jarak planet dengan bintang di tiap tata surya relatif dekat dengan waktu orbit berkisar dari 6-143 hari. 

Lima tata surya (Kepler 25, 27, 30, 31, dan 33) punya dua planet. Satu kali revolusi planet terluar sama dengan dua kali revolusi planet terdalam. Empat tata surya lain (Kepler 23, 24, 28, 32) punya dua planet. Planet terluar mengorbit bintang dengan waktu tiga kali lebih lama dari planet terdalam. 

Tata surya yang memiliki planet terbanyak adalah Kepler 33. Bintang pada tata surya ini lebih tua dan masif dibandingkan Matahari serta memiliki planet yang jarak orbitnya relatif dekat.

Ukuran planet yang terdapat di 11 tata surya tersebut bervariasi, antara seukuran Bumi hingga lebih besar dari Jupiter. Namun, masih harus diteliti lagi apakah planet tersebut merupakan planet batuan seperti Bumi dan memiliki atmosfer.

Tata surya dan planet ditemukan dengan metode planet transit, yakni melihat kedipan cahaya bintang akibat adanya planet yang lewat di mukanya. Verifikasi planet dilakukan dengan teknik variasi waktu transit. 

Sejumlah peneliti yang terlibat penemuan ini adalah Eric Ford dari Universitas Florida, Dan Fabrycky dari Universitas California, Jason Steffen dari Fermilab Center for Particle Astrophysics, dan Jack Lissauer dari NASA.

kompas.com
»»  Baca Selengkapnya...

Sabtu, 28 Januari 2012

10 Tempat Seru Belajar Misteri Kehidupan Laut

Berikut tempat-tempat seru di dunia yang menjadi pusat belajar kehidupan laut, seperti dikutip Bootsnall:


Pulau Komodo,Indonesia


Berenang bersama ubur-ubur di Palau


Laut Cortez, Meksico

Terletak di antara pesisir barat Meksiko dan semenanjung Baja di California Selatan, Laut Cortez dinamakan sebagai "Akuarium Dunia". Lebih dari selusin spesies paus mengunjungi laut yang relatif dangkal ini. Belum lagi sekumpulan besar lumba-lumba, hiu kepala martil, pari elang, dan singa laut yang berenang menyusuri perairan yang juga dijuluki 'Penakluk Spanyol' ini.

Diantara hewan-hewan laut tersebut juga ada salah satu ikan tropis yang hanya bisa ditemukan di laut ini, yaitu ikan blenny browncheek. Ini adalah ikan tropis berbadan panjang yang memiliki pipa pernapasan di bawah organ invertebratanya.

Pulau Utila, Honduras

Pulau ini menarik banyak penyelam untuk melihat ikan terbesar di dunia, yakni ikan hiu raksasa. Ikan terbesar di dunia ini berhabitat asli di perairan pulau ini dengan memakan plankton-plankton. Wisatawan dapat menyelam dan berenang bersama, didampingi pemandu dijamin aman karena hewan ini hanya mengonsumsi plankton.

Pulau Komodo, Indonesia

Pulau Komodo merupakan habitat alami kadal terbesar di dunia. Komodo kini populasinya sudah semakin langka dan dilindungi. Kehebatan Pulau Komodo tidak hanya ada di atas permukaan tanah juga di bawah laut.

Perairan Pulau Komodo dihidupi hewan-hewan laut, seperti dugong, manatee atau sapi laut, kuda laut kerdil, dan banyak lagi. Keberagaman ekosistem Pulau Komodo bahkan membuatnya dijuluki sebagai Galapagos Asia Pasifik.

Galapagos, Ekuador

Galapagos, sebuah kepulauan dengan 19 pulau besar dan lusinan pulau kecil lainnya yang terletak di garis ekuator ini memiliki ekosistem beragam yang istimewa. Keberagaman ekosistemnya membuat ilmuwan Charles Darwin memelajari kepulauan ini dan membuat buku terkenalnya "The Origin of Species". Kepulauan Galapagos diisi hiu-hiu dan satu-satunya iguana yang hidup di dalam laut. Selain itu, juga hidup spesies penguin yang biasanya hanya ditemukan di Antartika.

Beqa, Fiji

Dijuluki sebagai 'Ibu Kota karang lunak dunia' , Kepulauan Fiji terangkai seperti kalung eksotis di Pasifik Selatan, di antaranya Beqam yang terletak di antara dua pulau besar, Viti dan Levu. Terumbu karang dan laguna berada di sekitar Beqa memberikan kesempatan wisatawan melihat karang berwarna-warni juga ikan tropis serta berbagai spesies hiu.



Palau

Republik Palau adalah sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik, 200 km sebelah utara Papua Barat, 255 km sebelah timur Maluku Utara, 500 km sebelah timur Sulawesi Utara, dan 500 km sebelah timur Filipina. Perairan di sekitar Palau adalah tempat dimana Laut Filipina dan Samudra Pasifik bertemu, menjadikannya rumah spesies laut di dunia, termasuk lebih dari 1.300 spesies ikan dan ratusan tipe koral. Salah satu tempat paling menarik adalah Pulau Ali-Malik, dimana penyelam dapat berenang di danau air asin berwarna biru dipenuhi ribuan ubur-ubur tidak beracun.

Visayas, Filipina

Dikenal sebagai perairan yang tenang, Visayas adalah bentangan ribuan pulau di antara Filipina. Berbagai spesies belut, spons, koral hitam, dan kumpulan besar ikan tropis hanya merupakan sebagian kecil contoh kehidupan laut yang berada di perairan ini.

Belize

Belize merupakan perairan yang memiliki terumbu karang terpanjang kedua di dunia. Namun, keberagaman keindahan laut Belize tidak hanya sampai di situ. Di Hunting Caye, sebuah pantai pasir koral merupakan tempat favorit penyelam dapat melihat ratusan ikan barrakuda.

Kepulauan Brothers, Laut Merah, Mesir

Kepulauan yang terdiri dari dua pulau kembar ini terletak di tengah-tengal Laut Merah. Perairan di sekitar kepulauan ini memiliki gunung berapi yang terletak di bawah laut dan merupakan bagian dari Taman Nasional Marine Park Island.

Tontonan utama di perairan kepulauan ini adalah ikan hiunya. Hampir semua jenis ikan hiu ada, mulai dari hiu sirip putih hingga hiu kepala martil. Tak heran bila ini menjadi lokasi perairan yang menantang.

Taman Nasional Kepulauan Channel, California, Amerika Serikat

Lima pulau yang membentuk taman nasional ini terletak di pesisir Santa Barbara dan Ventura, namun terlihat seperti dunia lain. Perairan memiliki gua-gua bawah laut yang gelap, rimbunan rumput laut tebal dan terowongan-terowongan karang alami. Biasanya, perairan ini menyediakan wisata kayak, dimana wisatawan dapat mendayung sambil menunggu melihat penampakan lumba-lumba, ikan paus, singa laut atau anjing laut.



Sumber : okezone.com
»»  Baca Selengkapnya...