Senin, 02 Januari 2012

Ditemukan Sebuah Galaksi Unik Berwarna Merah


Spitzer Space Telescope milik NASA menemukan 4 galaxi baru, berwarna merah menyala. Belum diketahui apa yang menimbulkan warna merah pada galaksi tersebut.

Kesuksesan Spitzer menemukan galaksi merah tersebut adalah karena sensitivitasnya pada sinar infra merah, yaitu cahaya yang berwarna sangat merah sampai tidak dapat dilihat  oleh mata. Galaksi yang baru ditemukan itu memancarkan warna merah yang 60 kali lebih terang dari sinar infra merah.

Seperti diwartakan Spacedaily, Selasa (6/12/2011), glaksi bisa menjadi sangat merah untuk beberapa alasan, yaitu karena sangat berdebu, mengandung banyak bintang tua yang berwarna merah, atau karena mereka berada di tempat yang sangat jauh sehingga luasnya alam membentangkan cahaya mereka ke panjang gelombang yang lebih besar dan menimbulkan warna merah (proses redshifting). Ketiga alasan tersebut tampaknya berlaku untuk galaksi tersebut.

"Hubble telah menunjukkan kepada kita beberapa protogalaxies pertama yang terbentuk, tapi tidak ada yang terlihat seperti ini. Ini bisa mengindikasikan galaksi-galaksi merah itu merupakan 'missing link' dalam evolusi galaksi," kata Giovanni Fazio dari CFA.

Selanjutnya, peneliti berharap untuk memperoleh ukuran akurat dari proses redshifting yang terjadi pada galaksi-galaksi tertentu. Ini akan membutuhkan peralatan yang lebih kuat seperti Large Millimeter Telescope atau Atacama Large Millimeter Array.

Mereka juga berencana untuk mencari lebih banyak contoh galaksi spesies baru yang berwarna merah ini.

"Ada bukti keberadaan galaksi lain yang serupa di sisi lain angkasa. Kami akan menganalisa lebih jauh melalui Spitzer dan Hubble, agar dapat melacak mereka," kata Fazio.

Sumber : Okezone
»»  Baca Selengkapnya...

2013, Segumpal Awan Gas Akan Terhisap Lubang Hitam


Selama 20 tahun terakhir, astrofisikawan telah mengamati bintang-bintang atau pun objek angkasa lainnya bergerak di dekat Sagitarius A (baca: bintang A), sebuah lubang hitam di galaksi Bimasakti. Namun, mereka belum pernah menjumpai adanya massa yang terhisap dalam lubang hitam tersebut.

Kini, dengan peralatan yang ada, astrofisikawan mampu membuat perkiraan. Observasi dengan Very Large Telescope di Chile yang berbasis inframerah menunjukkan, segumpal awan gas tengah bergerak menuju lubang hitam tersebut dengan kecepatan 1600 kilometer/jam.

Pada tahun 2013, massa gas itu akan tiba di mulut lubang hitam, tanpa ada kesempatan untuk kembali. Massa gas itu mungkin akan segera dilahap lubang hitam setelahnya.

Pada saatnya nanti, gravitasi lubang hitam akan mempercepat gerak massa gas dan memampatkannya. Massa gas akan dipanaskan hingga setidaknya 612 juta derajat Celsius dari sebelumnya hanya 227 derajat Celsius. Massa gas ketika dihisap akan mengemisikan sinar X.

"Biasanya, yang kami lakukan adalah melihat cahaya. Dan, kita harus menemukan apa yang sedang terjadi," kata Eliot Quataert, astronom di Universitas California, Berkeley, seperti dikutip New York Times, Senin (19/12/2011).

Quataert mengungkapkan, meski sinar X sering terobservasi, namun sumbernya tidak pernah diketahui. Momen tahun 2013 nanti akan sangat istimewa karena ilmuwan untuk pertama kalinya bisa mengobservasi sinar X dan sumbernya. Momen ini juga akan menjadi pembuktian dari teori yang berkembang.

Sumber : Kompas
»»  Baca Selengkapnya...

Download CCleaner 3.14

Apakah anda tau apa itu CCleaner ? Jawabannya adalah pembersih dari system,file,registry,program,dan lain-lain yang dianggap mengganggu / tidak dibutuhkan oleh Windows.Dengan demikian,komputer akan bersihdan berjalan optimal.File-file yang tidak digunakan akan memakan memori komputer yang selanjutnya akan memperlambat kinerja komputer.Berikut tampilan dari CCleaner 3.14 :



»»  Baca Selengkapnya...

Minggu, 01 Januari 2012

Pasangan Venus Bukan Mars, tapi Jupiter dan Saturnus


Selama ini Venus yang diidentikkan dengan perempuan selalu diidentikkan sebagai pasangan Mars yang jadi lambang laki-laki. Namun, khusus tahun 2012 ini, pasangan Venus bukan hanya Mars. Pada tahun ini, planet kedua terdekat dari Matahari itu malah akan berpasangan dengan dua planet lain, Jupiter dan Saturnus.

Venus akan berpasangan dengan Jupiter pada petang hari tanggal 14 Maret 2012. Sementara Venus dengan Saturnus akan terjadi menjelang fajar pada tanggal 27 November 2012. Venus, Jupiter, dan Saturnus akan tampak berdekatan satu sama lain.

Dalam istilah astronomi, fenomena saat dua planet saling berdekatan disebut konjungsi. Konjungsi Venus dan Jupiter paling tepat dilihat pada 14 Maret 2012 antara pukul 18.30 - 19.00 WIB. Saat konjungsi, keduanya cuma akan terpisah sejauh 3 derajat. Keduanya akan bersinar di langit bagian barat. Jupiter tampak dengan magnitud -1,97 dan Venus -4,17.

Sementara, konjungsi Venus dan Saturnus bisa dilihat pada 27 November 2012 mulai pukul 04.00 WIB di langit timur. Venus akan tampak dengan magnitud -3,87 sedangkan Saturnus bermagnitud 1,33. Jarak keduanya sangat dekat hingga hampir menyatu, cuma terpisah 1 derajat.

Konjungsi planet adalah hal yang biasa terjadi dalam astronomi. Fenomena ini bisa disaksikan dengan mata telanjang, namun bisa disaksikan lebih jelas dengan teleskop. Magnitud merujuk pada kecerlangan benda langit. Makin negatif, makin cerlang.

Konjungsi Venus-Jupiter diperkirakan pernah terjadi tahun 3 SM dan dikaitkan dengan Bintang Natal, fenomena yang dilihat para Majus terkait dengan kelahiran Yesus. Namun, hingga saat ini belum dipastikan apakah Bintang Natal ialah Konjungsi Venus-Jupiter.

Sementara, konjungsi Venus dan Saturnus tahun ini akan lebih istimewa. Tepat saat dua planet tersebut berpasangan, Merkurius akan datang menemani. Ini bisa dilihat sekitar pukul 04.30 dini hari tanggal 27 November 2012.

Konjungsi Venus-Jupiter serta Venus-Saturnus tak berlangsung lama. Venus-Jupiter akan tenggelam cepat setelah konjungsi. Sementara, Venus-Saturnus akan cepat tak tampak karena fajar tiba. Jadi, jangan sampai terlewat. Dan, tenang saja, konjungsi Venus tak akan menimbulkan keributan apapun.

Sumber : Kompas

»»  Baca Selengkapnya...

Usaha Terakhir Selamatkan Phobos-Grunt yang akan jatuh

Badan Luar Angkasa Eropa (ESA) akan mencoba dua kali lagi untuk mengontak wahana luar angkasa Phobos-Grunt milik Rusia, hari Selasa (13/12/2011) ini, sebagai usaha terakhir untuk menyelamatkan pesawat yang gagal menempuh perjalanan ke Phobos—salah satu satelit alam Planet Mars dan yang akan jatuh di Afghanistan, itu.

Kepala kantor ESA di Moskwa, Rusia, Rene Pichel, mengatakan, sebuah stasiun pemantau ESA, Maspalomas, di Gran Canaria, Canary Islands, akan mencoba mengontak wahana luar angkasa tersebut menggunakan antena berdiameter 15 meter miliknya. "Kami akan mencoba dua kali lagi hari Selasa ini atas permintaan pihak Rusia," tutur Pichel seperti dikutip kantor berita RIA Novosti.

Pihak ESA sudah terlibat dalam pencarian dan usaha penyelamatan Phobos-Ground sejak wahana itu gagal menyalakan mesinnya sendiri dan tersangkut di orbit Bumi setelah diluncurkan, 9 November lalu. Wahana ini dirancang untuk melakukan perjalanan menuju Phobos, mengambil sampel tanah dan batuan di sana, kemudian pulang kembali ke Bumi.

Pesawat luar angkasa itu diperkirakan akan jatuh ke Bumi, 9 Januari mendatang. Kepala Badan Luar Angkasa Federal Rusia Roscosmos Vladimir Popovkin mengatakan, wahana itu akan pecah dan meledak saat proses masuk kembali (re-entry) ke atmosfer Bumi sehingga tidak akan ada bagian pesawat yang jatuh ke permukaan Bumi, termasuk 7,5 ton bahan bakar yang tersimpan dalam sebuah tanki aluminium.

Para pakar luar angkasa Rusia sebelumnya dikabarkan masih berusaha mengontak pesawat itu untuk menyalakan mesin-mesinnya, guna menunda kejatuhannya ke Bumi. 

Sumber : Kompas

»»  Baca Selengkapnya...