Minggu, 01 Januari 2012

Phobos-Grunt Akan Jatuh di Afganistan

Wahana luar angkasa Rusia, Phobos-Grunt, yang gagal melakukan perjalanan ke Phobos, salah satu satelit alam planet Mars, diperkirakan akan jatuh di wilayah Afganistan, 14 Januari 2012 mendatang. Demikian diungkapkan Komando Strategis Amerika Serikat (USSTRATCOM), Senin (26/12/2011).

Pesawat, yang sedianya akan mendarat di Phobos, mengambil sampel tanah dan batuan, kemudian kembali lagi ke Bumi, itu, gagal menyalakan mesin pendorong yang seharusnya mengarahkan pesawat itu menuju jalur perjalanan ke orbit Mars. Wahana luar angkasa itu kemudian "nyangkut" di orbit Bumi sejak diluncurkan pada 9 November, dan diperkirakan akan jatuh ke permukaan Bumi bulan depan.

USSTRATCOM mengatakan, Phobos-Grunt akan memasuki atmosfer Bumi 14 Januari pukul 02.22 dini hari waktu Moskwa, dan akan jatuh di sekitar koordinat 30,7 derajat Lintang Utara dan 62,3 derajat Bujur Timur di kawasan Afganistan barat daya, di sekitar kota Mirabad.

Badan Luar Angkasa Federal Rusia, Roscosmos, sebelumnya mengatakan, pesawat itu akan jatuh 6-19 Januari 2012, di lokasi yang terentang antara koordinat 51,4 derajat Lintang Utara dan 51,4 derajat Lintang Selatan.

Kawasan itu meliputi wilayah AS, China, Afrika, Australia, Jepang, Timur Tengah, Eropa barat daya, Ukraina, dan sebagian kecil wilayah Rusia. Meski demikian, Roscosmos belum bisa mengungkapkan dengan pasti waktu jatuhnya pesawat sampai beberapa hari sebelum itu terjadi.

Sumber : Kompas
»»  Baca Selengkapnya...

Saat Jatuh, Phobos-Grunt Lintasi Indonesia

Satelit milik Rusia, Phobos-Grunt, yang diluncurkan 9 November 2011 lalu namun gagal melaksanakan misinya akan jatuh pada awal tahun 2012.

Astronom Ma'rufin Sudibyo, Rabu (28/12/2011), mengatakan, satelit Russia-China yang gagal pergi ke Mars karena macet di orbit Bumi itu, bakal jatuh kembali ke Bumi dalam 12 Januari 2012 +/- 5,5 hari. "Dan kita di Indonesia ada di proyeksi lintasan satelit tersebut selama periode itu," kata Ma'rufin.

Meski demikian, hal tersebut tak lantas membuat satelit itu berpotensi besar jatuh di Indonesia. Ma'rufin menjelaskan, potensi jatuhnya Phobos-Grunt di daratan kecil.

"Probabilitas jatuh di daratan secara global sebenarnya cukup kecil, mungkin 1 : 1000 atau lebih. Bagi daratan Indonesia juga masih cukup kecil," jelas Ma'rufin dalam posting di akun Facebook-nya.

Walau potensi jatuhnya kecil, Ma'rufin mengajak masyarakat untuk waspada, dalam arti terus memantau pergerakan satelit rusak itu. Pergerakan Phobos-Grunt biusa diikuti di lewat situs Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) http://foss.dirgantara-lapan.or.id/orbit/.

Ma'rufin menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan masyarakat jika satelit rusak ini nanti memang jatuh di Indonesia. Pertama, jangan menyentuh puing satelit ataupun benda yang dikenainya. Kedua, jika rumah menjadi korban, maka cek kerusakan dan segera laporkan ke Lapan agar bisa ditindaklanjuti. Lapan bisa melaporkan ke agen antariksa Rusia Roscosmos agar bisa mendapatkan ganti rugi.

Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan, Thomas Djamaluddin mengatkan bahwa saat ini ketinggian Phobos- Grunt adalah 189 x 250 km. Artinya, jarak terdekatnya adalah 189 km sementara jarak terjauhnya 250 km. Dalam ketinggian tersebut, belum ada yang mampu memprediksikan secara pasti lokasi dan waktu jatuhnya satelit. Jadi, tetap waspada, namun jangan termakan hoax.

Phobos-Grunt direncanakan sampai di Phobos tahun 2012 dan kembali ke Bumi tahun 2014. Wahana antariksa ini akan melakukan pengambilan sampel tanah dan batuan serta membawa sampel bakteri, tumbuhan dan hewan tak bertulang belakang. hobos adalah misi berbiaya Rp 1,5 trilliun yang sayangnya harus gagal.

Sumber : Kompas
»»  Baca Selengkapnya...

Awal 2012, Satelit Phobos-Grunt Menghantam Bumi


Potensi jatuhnya sampah antariksa, baik seperti satelit yang gagal mengorbit maupun yang telah dinonaktifkan, masih tinggi. Awal 2012, bangkai satelit milik Rusia, Phobos-Grunt, akan menghantam Bumi.

Phobos-Grunt adalah wahana antariksa yang diluncurkan Rusia pada 9 November 2011 lalu dengan target bulan Mars, Phobos. Wahana antariksa tersebut ditargetkan sampai ke Mars pada 2012 dan kembali ke Bumi tahun 2014.

Phobos Grunt berencana mengambil sampel tanah dan batuan Phobos. Wahana antariksa yang berbiaya Rp 1,5 triliun itu juga membawa sampel bakteri, tumbuhan yang dikatakan bisa bertahan di lingkungan ekstrem, dan hewan tak bertulang belakang.

Astronom Ma'rufin Sudibyo, Rabu (28/12/2011), mengatakan, "Phobos-Grunt, satelit Rusia-China yang gagal pergi ke Mars karena macet di orbit Bumi itu, bakal jatuh kembali ke Bumi dalam 12 Januari 2012 +/- 5,5 hari."

Sementara itu, USSTRATCOM membuat pernyataan bahwa Phobos-Grunt akan jatuh masuk ke atmosfer Bumi pada 14 Januari 2012 sekitar pukul 05.22 WIB. Satelit akan jatuh di rentang wilayah 30,7 derajat LU 62,3 derajat BT, Afganistan barat daya, sekitar kota Mirabad.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan terus mengikuti pergerakan Phobos-Grunt. Masyarakat bisa mengikuti pantauan Lapan lewat http://foss.dirgantara-lapan.or.id/orbit/.

Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan, "Saat ini ketinggiannya masih 189 x 250 km." Ketinggian 189 x 250 km yang dimaksud merupakan titik terdekat dan terjauh saat ini, dipantau dari Bumi.

Thomas mengatakan, prediksi waktu dan lokasi jatuhnya satelit baru bisa dilakukan saat Phobos-Grunt masuk ketinggian 120 km atau ketinggian kritis. Pada ketinggian itu, satelit masuk wilayah atmosfer padat, mulai terbakar, dan hanya butuh beberapa waktu untuk sampai ke Bumi.

Ma'rufin mengatakan bahwa dalam rentang waktu 12 Januari 2012 +/- 5,5 hari, Indonesia menjadi proyeksi lintasan satelit tersebut. Ada kemungkinan satelit itu jatuh di wilayah Indonesia, walau kecil.
Jatuhnya Phobos-Grunt adalah yang ketiga setelah UARS dan ROSAT beberapa waktu lalu. Menurut Ma'rufin, dampak Phobos-Grunt akan jauh lebih masif, salah satunya karena ukuran Phobos-Grunt yang mencapai 13 ton, dua kali lipat UARS.

Sumber : Kompas
»»  Baca Selengkapnya...

Cara memasang widget Italy Serie A Score


Sebelumnya,saya juga sudah berbagi cara memasang widget Barclays Premier League score.Nah,sekarang saya juga ingin berbagi tentang cara memasang widget Italy Serie A Score.Silakan copy kode script di bawah ini dan paste di HTML / JavaScript anda :
<center><script type="text/javascript" src="http://cdn.widgetserver.com/syndication/subscriber/InsertWidget.js"></script><script type="text/javascript">if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('c7c18852-bc95-4498-ad59-f279a3eaa536');</script>
<noscript>Get the <a href="http://www.widgetbox.com/widget/ItalySerieATable">Italy Serie A Table</a> widget and many other <a href="http://www.widgetbox.com/">great free widgets</a> at <a href="http://www.widgetbox.com">Widgetbox</a>! Not seeing a widget? (<a href="http://support.widgetbox.com/">More info</a>)</noscript></center>
Selesai

Maka tampilannya akan seperti ini : (perlu loading sebentar,bukan tidak muncul)





Semoga Bermanfaat
»»  Baca Selengkapnya...

Badai Matahari Hantui Pergantian Tahun

LETUPAN. Lidah badai Matahari yang sempat terekam dalam gambar.

Malam pergantian tahun bisa jadi diwarnai badai Matahari. Tapi, bukan kiamat seperti rumor yang berkembang.

PARA ilmuwan memperingatkan adanya Badai Matahari mulai kemarin, sampai tiga hari ke depan. Bila langit cerah, partikel badai matahari yang akan menabrak matahari akan menghasilkan Northern Lights atau Aurora yang menakjubkan.

Namun sisi negatifnya, partikel badai matahari ini dapat menyebabkan radiasi dari flare atau coronal mass ejection (CME), yang menyebabkan badai magnetik. Ini berimbas pada ganggungan sinyal radio di Bumi yang mampu membuatnya lumpuh.

Ini merupakan siklus yang tejadi selama 11 tahun sekali. Peningkatan dalam matahari tersebut memang biasa terjadi, dan akan berlangsung lama. "Badai geomagnetis kategori G1 (minor) diprediksi terjadi 28 dan 29 Desember karena tibanya beberapa kali CME. Gangguan sinyal radio kategori R1 (minor) akan terjadi hingga 31 Desember," ujar The National Oceanic and Atmospheric Administration’s Space Weather Prediction Center, seperti dilansir Daily Mail, Jumat 30 Desember.

Akibat badai magnetik Flare ini, di bumi akan mengalami gangguan sinyal yang membuat pengoperasian alat-alat seperti sistem GPS, radio dan ponsel mengalami ganguan.

Siklus CME mengandung miliaran ton gas yang meledak dengan radiasi sinar X serta ultra violet. Radiasi ini dipancarkan ke luar angkasa dengan kecepatan sekitar 5 juta mil per jam. CME mempunyai tikngkat panas yang tinggi, yang mencapai sekira 100 juta derajat Celcius.

Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), badai matahari yang terjadi beberapa hari ini kelasnya masih merupakan kelas ringan, jadi bisa dikatakan tidak berbahaya bagi manusia.

"Tidak ada badai matahari kuat sampai saat ini, hanya yang kecil-kecil saja. Kita juga harus lihat kelasnya apa, yang dikaji nanti apakah mengarah ke bumi atau tidak," ujar Thomas Jalalludin, peneliti Lapan, Jumat 30 Desember. 

Menurut Thomas, sebenarnya badai matahari tidak akan memiliki dampak terhadap manusia, karena lapisan magnet manusia terlindung dari partikel-partikel matahari yang berbahaya. Tapi jika badai matahari kuat terjadi, akan berdampak pada beberapa hal.

Selain sistem teknologi, menurutnya komunikasi radio gelombang pendek dan daerah-daerah di sekitar kutub juga akan kena dampaknya. "Daerah di dekat kutub harus mewaspadai jaringan listrik, karena bisa terjadi kerusakan pada transformatornya," tandas Thomas.


Sumber : Fajar Online



»»  Baca Selengkapnya...